Author Archive

Mahasiswa STIH ZAHA akan Mengabdi di 5 Desa Kecamatan Besuk

Kraksaan: Sesuai dengan kalender akademik Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Zainul Hasan Genggong Kraksaan, agenda pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) akan dilaksanakan pada tanggal 22 Januari s.d 07 Februari 2018 di 5 Desa Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) hari ini, Sabtu 20/01/2018 menyelenggarakan pembukaan KKL 2018 yang diadakan di Auditorium STIH Zainul Hasan Genggong, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan pembukaan peserta KKL tersebut dibuka oleh Ketua STIH Zainul Hasan, HJ. Khusnul Hitaminah, SH., MH. Dalam sambutannya, Ning Hus menjelaskan agar pada pelaksanaan nanti mahasiswa yang terlibat dapat mengetahui berbagai potensi yang ada di desa. “ Kenali dulu desa dan masyarakatnya.” pintanya kepada 65 peserta yang hadir. Sabtu, 20/01/2018 tadi.

Selain itu, cucu K.H. Moh. Hasan itu mengharap kepada mahasiswa agar dapat menganalisis kelemahan atau kekurangan apa saja yang sekiranya dapat menjadi bahan laporan hasil KKL yang nantinya menjadi sumbang saran dan masukan kepada pemerintah terhadap hasil temuan di lapangan. Lebih lanjut, Ning Hus berharap agar mahasiswa yang terjun ke lapangan agar dapat menghargai berbagai kultur serta adat istiadat masyarakat di sana. Selain itu juga beliau meminta agar mahasiswa mengikuti arahan dan ketentuan yang telah digariskan oleh para dosen pembimbingnya atau yang disebut dengan DPL. “Jangan mudah membuat kesimpulan sendiri, tapi harus konsultasi kepada DPL, karena DPL akan membantu dalam pelaksanaan pengabdian dan penelitian nantinya.” harap mahasiswa program doktor Universitas 17 Agustus 1945 ini sembari tersenyum.

Antusias : DPL dan peserta KKL 2018 saat mengikuti pembukaan

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa pelaksanaan KKL 2018 STIH Zainul Hasan diikuti oleh 65 peserta dan akan ditempatkan di 5 desa kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.

Adapun Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dalam pelaksanaan KKL 2018 diantarannya, Bapak H.M. Hartoyo, SH.MH. DPL di desa Sindet Anyar, Ibu Sri Rudiyah, SH. MH di desa Matekan, Bapak Mohammad Hendra, M,Pdi di desa Alas Nyiur, Bapak H. Misnianto, SH, MH di desa Klampokan sedangkan Bapak Anton Suryadi, SH, MH di desa Jambangan. (Intan/Firda/LPM/dra)

Ini Kata Presiden Mahasiswa STIH Zainul Hasan Genggong Kraksaan

Kraksaan: Setelah dilantik pada Sabtu, 23/12/ 2017 lalu. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Zainul Hasan Genggong Kraksaan periode 2017-2018, hari ini Sabtu 13/01/2018 melaksanakan Rapat Kerja (Raker).

BEM dan DPM yang dilantik langsung oleh Ibu Hj. Khusnul Hitaminah, SH. MH itu dihadiri oleh Bapak Rahmat Hidayatullah, SE dari Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo dan Bapak Taufiq ST ketua Ansor PC kota Kraksaan.

Keren: Pengurs BEM dan DPM saat menerima materi

Raker yang bertema  membudayakan perilaku positif untuk memunculkan insan prestasi, diikuti oleh segenap jajaran pengurus BEM dan DPM yang akan berlangsung hingga besok Ahad 14/01/2018.

Khairul Anam presiden mahasiswa (Presma) mengatakan bahwa tema yang diangkat memiliki tujuan mulia, yaitu untuk membuat terobosan baru dalam membudayakan hal-hal yang positif. Sehingga apa yang direncakan dalam rapat kerja ini akan muncul beberapa prestasi. “ Kami yakin, dalam kepengurusan BEM dan DPM ini akan membawa perubahan yang positif dan meraih prestasi”. ujar mahasiswa semester V ini saat memberikan sambutan pembukaan raker.

Irul sapaan akrab Presma itu menambahkan bahwa, budaya membaca, budaya diskusi, budaya komunikasi yang baik, budaya kekompakan akan diterapkan dalam kepengurusanya. “ Kabinet BEM saat ini adalah Kabinet Persatuan.” terangnya.

Mantab: Pembantu Ketua II saat memberikan materi tentang arah kebijakan keuangan

Essip: Pembantu ketua III saat memberikan materi

Sebelum dilaksanakan penyusunan program kerja dalam bentuk komisi, raker tersebut diisi dengan dua materi. Materi yang pertama disampaikan oleh Bapak Mohammad Hendra, M.Pdi pembantu ketua III tentang teknik penyusunan program dan manajemen serta surat menyurat.

Sementara, Bapak H. A. Djazim Maksum, SH. M.Hi.MH pembantu ketua II memberikan materi kedua tentang arah kebijakan keuangan untuk kegiatan kemahasiswaan STIH Zainul Hasan Genggong Kraksaan. (Yana/Intan/menkominfo Bem)

KKL 2018 STIH Zainul Hasan di 5 Desa Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo

Kraksaan: Dalam rangka melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Zainul Hasan Genggong Kraksaan Kabupaten Probolinggo akan melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dikemas dalam bentuk kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL),

Bapak M. Zainal, S.Pd, SH, MH mengatakan bahwa kegiatan KKL 2018 STIH Zainul Hasan diikuti oleh 65 peserta, yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Januari hingga 07 Februari 2018 di Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.” KKL tahun ini dilaksanakan di 5 Desa Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.” Ujar kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM)  saat memimpin rapat bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di Ruang pertemuan dosen, Sabtu 06/01/2018 tadi pagi.

Serius: Dosen Pembibing Lapangan (DPL) saat mengikuti rapat koordinasi persiapan KKL 2018

Bapak Zainal menambahkan, bahwa tujuan dilaksanakanya KKL ini, untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa, pengembangan institusi, menunjang dan membantu pembangunan pemerintah daerah khususnya di kecamatan besuk. Selain melakukan penelitian, mahasiswa juga melakukan pengabdian kepada masyarakat yang berbentuk pelayanan dan penyuluhan hukum terhadap masyarakat dalam rangka meningkatkan pemahaman dan atau pemberdayaan masyarakat di bidang hukum.” Kebetulan KKL tahun ini kita fokus kepada kenakalan remaja.” pungkasnya.

Dalam rapat tersebut, kepala UPPM menyampaikan nama-nama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang diantarannya, Bapak H.M. Hartoyo, SH.MH. DPL di desa Sindet Anyar, Ibu Sri Rudiyah, SH. MH di desa Matekan, Bapak Mohammad Hendra, M,Pdi di desa Alas Nyiur, Bapak H. Misnianto, SH, MH di desa Klampokan sedangkan Bapak Anton Suryadi, SH, MH di desa Jambangan. (humas/dra)

Bawaslu RI dan Bawaslu Jatim Minta Mahasiswa STIH ZAHA Genggong Tuk Awasi Pemilu

Surabaya : “Kalau para santri bisa menghafal Alquran, maka sangat mudah bagi santri untuk menghafalkan UU Pemilu,” kata Ketua Bawaslu Jatim Moh. Amin dalam sosialisasi pengawasan partisipatif dan sadar pengawasan pemilu warga santri di Masjid Agung Al Akbar, Surabaya, Rabu (27/12/2017).

Bapak Amin juga mengatakan, bahwa di Jatim ada 5.250 pondok pesantren. Karena itu peran santri sebagai pemilih pemula perlu mendapat informasi yang akurat terkait dengan penyelenggaraan pemilu. Nah, selama ini perhatian sosialisasi terhadap Pemilu bagi warga santri sangat kurang perhatian. Karena itu kami merasa memiliki tanggungjawab untuk memberi informasi pada mereka agar bisa disosialisasikan di lingkungan ponpes. Dia juga meyakinakan kepada santri yang hadir bahawa selama ini banyak pimpinan parpol dulunya adalah santri. Karena itu pihaknya sangat optimis jika sosialisasi kepada warga santri ini dinilai sangat tepat.

“Target kami menyampaikan informasi. Dari 5.000 santri yang datang sebagai utusan ini, harapan kami para santri dapat menjadi pelopor dalam penyelenggaraan Pemilu,” katanya.

Dalam pantauan tim website STIH Zainul Hasan bahwa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur mengundang 5.000 santri dari pondok pesantren se-kabupaten/kota Jatim.

Seperti diketahui, pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 di Jatim sebentar lagi digelar. Bawaslu merasa memiliki tanggungjawab untuk mensosialisasikan penyelenggaraan Pemilu yang demokratis, berkualitas dan bermartabat.

Ketua Bawaslu RI, Abhan menyampaikan apresiasinya terhadap Bawaslu Jatim yang bisa mengundang ribuan santri se-Jatim di masjid Al Akbar.

Menurut Abhan, santri juga tidak kalah pentingnya dalam menjaga keutuhan republik. NKRI adalah harga mati, sedang yang lain boleh ditawar. Yang dimaksud harga mati oleh Abhan, bahwa proses demokrasi di Indonesia butuh pengawasan dari warga santri.

“Kenapa Jatim melibatkan santri dalam mensosialisasikan Pemilu, sebab Jatim mempunyai banyak pesantren. Dan santri memiliki tugas mengawasi. Semangat dan sikap disiplin santri mengawasi teman-teman yang tidak taat di pesantren inilah yang menjadi pertimbangan Bawaslu. Dengan semangat baru ini maka Pemilu di Jatim bisa dijaga kualitasnya,” pinta Abhan kepada santri yang hadir.

Khairul Anam salah satu peserta sosialisasi sangat senang bisa menghadiri acara sosialisasi itu, pasalnya diacara tersebut, santri mendapat sebuah penghargaan tinggi. “ Alhamdulillah, kami dapat kepercayaan dari pihak Bawaslu Jatim dan Kabupaten Probolinggo untuk mengikuti acara tersebut.” terang mahasiswa semester V di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Zainul Hasan Genggong yang hadir bersama 10 Mahasiswa santri dari Pesantren Zainul Hasan Genggong lainya.

Lanjut Khairul sapaan akrabnya meminta kepada Bawaslu Jatim untuk benar-benar mengawasi pelaksanaan pemilu di tahun 2018 dan 2019 nanti. “ Kami mengharap Bawaslu RI, Bawaslu Jatim dan Kabuapten Probolinggo bisa menjadi malaikat penyelamat suara rakyat yang peduli pemimpin yang bersih tanpa korupsi.” pintanya dengan penuh harap. ( Rizky/Intan/Lpm)

Demi NKRI, STIH ZAHA, Gandeng Disporaparbud Kabupaten Probolinggo dan PC. Ansor Kota Kraksaan.

Kraksaan: “Kekayaan Indonesia sungguh melimpah, namun kita hanya terlena dengan kebanggaan atas kekayaan itu. Tanpa adanya usaha untuk merawat dan menjadikan kekayaan Negara ini untuk lebih baik. Terbukti kekayaan kita dinikmati oleh orang luar Indonesia.” kata Ibu Hj. Khusnul Hitaminah, SH. MH saat menjadi pemateri di acara pelantikan BEM dan DPM STIH Zainul Hasan dan Seminar Kebangsaan. Sabtu, 23/12/ 2017 sore tadi.

Ning Hus sapaan akrab ketua STIH Zainul Hasan mengungkapkan bahwa, kenapa Indonesia tertinggal dari negara lain, misalnya pada sektor pendidikan dan ekonomi serta lainya? Beliau menjawab bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki para pemuda masih lemah.” Maka pemuda saat ini yang akan membawa Indonesia menjadi hebat. Sehingga bangsa kita bisa jaya, tentunya SDM dan sistem kita harus diperbaiki”. kata putri Almarhum KH. Hasan Saifouridzall dengan tegas.

Senada dengan Ning Hus, Bapak Rahmat Hidayatullah, SE sebagai narasumber menyampaikan bahwa pemuda zaman now harus berperan aktif, bahkan pemuda itu harus memiliki kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan. “Pemuda itu harus berkarya” kata pria yang saat ini dinas di Disporaparbud Kabupeten Probolinggo, Jawa Timur.

Sementara Bapak Taufiq. ST ketua Ansor PC. Kota Kraksaan menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) pada prinsipnya memperjuangkan aqidah aswaja, kebangsaan dan kerakyatan. Sehingga para pemuda saat ini harus waspada terhadap ancaman kepada NKRI, diantaranya terhadap Islam radikal, Sosial demokrat, Neo komunisme.” Maka bagi pemuda saat ini harus memahami dan mengamalkan ajaran Aswaja, NKRI, Pancasila  dan UUD 1945, agar bangsa dan Negara Indonesia ini, tetap jaya”katanya.

Dia juga meminta kepada pemuda yang hadir, khususnya mahasiswa STIH Zainul Hasan, harus bisa memajukan bangsa yang kita cintai ini. “Berapapun besar biaya dan resikonya, keutuhan NKRI harus dijaga.” Katanya saat mengutip kata KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sambil meneriak NKRI Harga Mati.

Acara pelantikan dan seminar kebangsaan yang bertema Pemuda Hebat, NKRI Jaya dihadiri oleh tiga narasumber, yaitu Ibu Hj. Husnul Hitaminah, SH. MH ketua STIH ZAHA, Bapak Rahmat Hidayatullah, SE dari Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, Bapak Taufiq ST ketua Ansor PC kota Kraksaan. Turut hadir pula, H. A. Jazim Ma’sum, SH. MHi. MH pembantu ketua II dan Mohammad Hendra, M.Pdi pembantu ketua III, serta kepala unit dan bagian bersama stafnya.

Acara yang dimulai pada pukul 13,00 Wib dihadiri segenap mahasiswa STIH Zainul Hasan, hadir pula pengurus BEM INZAH Genggong Kraksaan, pengurus Osis tingkat SLTA Se-Probolinggo. (fredi/lukman/LPM)