Nama penguji tidak di publish, Mahasiswa STIH ZAHA Cemas.
Kraksaan – Sesuai dengan kalender akademik Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Zainul Hasan Kraksaan, bahwa agenda pelaksanaan ujian sidang skripsi tahun akademik 2017-2018 dilaksanakan pada hari ini (30/09/18). Sidang yang berlangsung sekira pukul 08.00 WIB diikuti oleh 56 peserta yang dibagi menjadi 5 ruangan dengan 3 dosen penguji disetiap ruangan. Banyak yang beranggapan bahwa skripsi merupakan hal yang menakutkan bagi mahasiswa. Apalagi sistem skripsi tahun ini di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Zainul Hasan dikonsep berbeda dari tahun sebelumnya.
Dalam pantauan jurnalis kampus LPM Hukum STIH Zainul Hasan Kraksaan, bahwa perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Pesantren Zainul Hasan tersebut merahasiakan nama dosen penguji bagi mahasiswa, pasalnya menjelang ujian hari ini baru di publish. Namun hal itu tidak membuat mahasiswa kehilangan semangat, tak terkecuali Siti Romlah. Wanita kelahiran 11 Desember 1995 tersebut mengaku bahwa sidang skripsi bukan hal yang menakutkan. “ Pada dasarnya sih deg-degan dan cemas juga, karena pada dasarnya perilisan dosen pembimbing adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa peserta ujian skripsi, bahkan teman-teman banyak yang cemas ” ungkapnya.

Menurut Lala (sapaan akrabnya-red) rasa takut ketika akan menghadapi sidang skripsi itu dirasa wajar. Karena masih belum terbiasa dan dirasa menghadapi hal baru. Apalagi tak jarang kadang sidang skripsi membuat mahasiswa down. “ Dijalani saja, kuncinya adalah percaya diri dan pikiran harus tenang. Dan saya pernah membaca quote yang selalu saya jadikan inspirasi dan motivasi. Yaitu quotes dari Andrew Jakson, beliau mengatakan bahwa musuh yang paling berbahaya diatas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Dan teman yang paling setia hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh, ” ucapnya ketika diwawancarai oleh jurnalis kampus.
Lanjut Lala mengatakan bahwa selama pembuatan skripsi masih banyak kendala yang di alami. Mulai dari pembuatan proposal yang kebingungan ingin mengajukan judul sampai mencari referensi untuk pembuatan proposal. “ Sebenarnya gak sulit sih mencari bahan referensi. Hanya saja kadang bukunya yang tidak bersahabat ketika sedang dibutuhkan ”, ungkapnya sembari tersenyum. (Reporter: Nurhidayati/ismatul/Firda)