Skip to main content

Yayasan Assalamu’alaikum Kembali Gandeng BEM STIH ZAHA Gelar Pembagian Zakat Mal

PAJARAKAN – Zakat Mal merupakan bentuk zakat kedua setelah zakat fitrah. Zakat mal ini adalah bagian dari harta kekayaan seseorang atau badan hukum yang wajib diberikan kepada orang-orang tertentu. Tidak heran jika dalam bulan Ramadhan masyarakat berbondong-bondong membagikan zakat kepada orang yang membutuhkan, entah itu dalam bentuk zakat fitrah maupun zakat mal. Hal tersebut juga membuat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Zainul Hasan ikut andil dalam pembagian zakat. Terbukti pada hari Kamis lalu (31/05/18), Koordinator Menteri Agama BEM STIH Zainul Hasan kembali mengadakan pembagian zakat mal kepada fakir miskin, kaum dhuafa dan anak yatim di Kecamatan Pajarakan sekira pukul 15.00 WIB. Aksi pembagian zakat mal tersebut merupakan lanjutan dari pembagian zakat yang sebelumnya telah terlaksana di Kecamatan Kraksaan. “ Seperti yang diketahui bahwa kegiatan pembagian zakat mal ini merupakan hasil kerja sama antara BEM STIH Zainul Hasan dengan Yayasan Assalamu’alaikum. Dan aksi yang sekarang sedang berlangsung ini merupakan lanjutan dari pembagian zakat yang kemarin telah terlaksana di Kecamatan Kraksaan ”, ungkap Moh. Syafi’i selaku Koordinator Menteri Agama BEM STIH Zainul Hasan Kraksaan.

MENGABDI: Pengurus BEM STIH ZAHA saat menyalurkan zakat Mal.

Lanjut Syafi’i mengungkapkan bahwa ada sekitar 1.885 orang di Kecamatan Pajarakan dan Kecamatan Kraksaan yang menerima zakat mal. “ Pembagian zakat mal ini tersebar di wilayah Kecamatan Pajarakan dan Kecamatan Kraksaan. Dimana sekitar 1.885 kaum dhufa, fakir miskin dan anak yatim menerima zakat mal tersebut ”, tuturnya.

IBADAH: Bapak Agus Wahid (Kaos putih) saat diwawancarai oleh jurnalis kampus

Senada dengan Moh. Syafi’i, Agus Wahid selaku Pendiri Yayasan Assalamu’alaikum mengatakan bahwa prosedur penerimaan zakat mal tersebut yaitu dengan memilih 100 anak yatim,kaum dhuafa dan fakir miskin di setiap Desa. “ Awalnya kita konfirmasi terlebih dahulu kepada Kecamatan untuk mengumpulkan Kepala Desa dan meminta minimal 100 orang penerima yang terdiri dari anak yatim, kaum dhuafa dan fakir miskin, lalu kita ambil 100 orang terbawah. Dan kita terjun langsung untuk membagikan zakat mal tersebut kepada orang yang berhak menerima sesuai dengan data yang telah dikumpulkan sebelumnya  ”, ungkap Direktur Utama PT. Griya Bagus Utama yang baru-baru ini mendapat penghargaan dari BTN Syariah sebagai Best Team Marketing.

Selain itu Agus Wahid juga menuturkan bahwa selain Kecamatan Pajarakan dan Kecamatan Kraksaan ada beberapa zakat mal yang dialokasikan ke desa lain, namun tidak perlu dijabarkan karena tidak sebanyak pembagian di Kecamatan Pajarakan dan Kraksaan. Menututnya alasan menjadikan Kecamatan Pajarakan dan Kraksaan sebagai penerima zakat Mal karena mengacu pada bisnis yang dikelola di Kecamatan Pajarakan dan Kecamatan Kraksaan.

“ Pembagian zakat mal ini kita niatkan untuk syiar dan pembelajaran juga. Dan kita patut sosialisasikan kepada perusahaan lain bahwa zakat mal hukumnya wajib dikeluarkan. Maka dari itu kita menggandeng BEM STIH Zainul Hasan agar mahasiswa juga belajar dan menjadi contoh, bahwa beramal bukan ketika kita kaya saja. Namun niat merupakan kuncinya. Walaupun punya uang berapapun ada baiknya kita sedekahkan dulu tanpa harus berfikir untuk menunggu kaya. Gimana kita mau mampu kalau kita tidak punya kunci untuk menjadi orang yang mampu beramal ”, ungkap Pria kelahiran 16 Agustus 1982 kepada Jurnalis Kampus sembari tersenyum. (Reporter : Firdatul Qomariyah)

Tinggalkan Balasan