• Depan
  • Berita
  • Majelis Al Khair Wal Barokah Gelar Shalawat di Pantai

Majelis Al Khair Wal Barokah Gelar Shalawat di Pantai

Pajarakan:  “ Panasnya terik mentari yang membakar di pinggir pantai tidak menyurutkan semangat dalam bermunajat. Cucuran keringat membasah. Tangan-tangan terangkat tuk berdoa. Jiwa terpautkan pada sosok manusia mulia. Yakni sang baginda agung Rasulullah putera Sayyidina Abdullah dan Sayyidah Aminah.

Ya Allah sebagaimana Engkau mudahkan langkah kaki kami hadir di majelis ini, mudahkan lah pula kami melewati shirat jembatan penghubung menuju pintu surga. Mudahkan pula tapak kaki kami menuju makkah dan madinah. Berada langsung di depan pusara kekasih yang namanya sering kami sebut di majelis ini. Nabiyuna Muhammad Shallahu ‘alaihi wasallam.

Meski panasnya mentari membakar, jadikan sejuk dalam diri kami dunia akhirat dan kelak dipadang masyhar, “ Begitulah ungkapan status di akun facebook resmi Majelis Al Khair Wal Barokah Genggong.

Tidak kurang dari seribu jama’ah berkumpul di Pinggir pantai Tambak Sari Kecamatan Pajarakan guna mengikuti Tablig Akbar dalam penutupan rutinan sementara Majelis Al Khair Wal Barokah Genggong yang diasuh oleh Al Mukarrom KH. Moh. Hasan Maulana,  Ahad 14/05.

Acara yang dimulai sekira pukul 14. 30 Wib diawali dengan shalat berjama’ah dan dzikir bersama kemudian dilanjutkan dengan pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,diikuti oleh jama’ah yang ada.

Selain KH. Moh. Hasan Maulana, hadir pula Al Mukarrom KH. Hassan Ahsan Malik (Nun Alex), Nun Ahsan Qomaruzzaman (Nun Aka), Nun Ahsan Habibifillah (Nun Alba), Gus Achmad Syamsul Askandar (Gus An)  dan lora Arifin Pengasuh Majelis Al Waly serta beberapa kiai, Jama’ah rutinan serta masyarakat setempat.

Tertib: Jama’ah  khusyuk saat melantukan shalawat

KH. Moh. Hasan Maulana menyampaikan bahwa tujuan diadakanya Shalawatan di pantai adalah semata-mata mencari Ridho Allah Subhanahu Wata’ala dan membumikan sholawat atau amaliyah NU di berbagai tempat/syi’ar dakwah, “ Selain itu suasana baru tentunya semua yang hadir agar bisa bertafakkur atas keindahan panorama ciptaan Allah Subhanahu wata’ala”. Ungkapnya kiai muda yang lebih akrab disapa Nun Diego dengan tersenyum.

Jangan pernah putus asa. Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang terhadap para hambaNya. Rasulullah sangat memiliki sifat welas asih terhadap ummatnya. Dan para guru mulia kami khususnya Almarhum Al’arifbillah KH. Moh. Hasan Sepuh Genggong punya perhatian khusus kepada para pecintanya. Maka dari itu, selama kita masih ada keinginan untuk berubah menjadi lebih baik, pintu ampunan dan kasih sayang Allah terbuka lebar. Dan semoga hidayah Allah senantiasa menyertai kita semua.” Begitulah Ungkapan Putra Al Mukarrom KH. Moh. Hasan Saiful Islam saat memberikan tausiyah kepada segenap yang hadir.

Amiiin: Salahsatu jama’ah sedang mengamini doa yang dilantunkan oleh Nun Alex

Ribuan Jama’ah tak henti-hentinya meneteskan air mata, tatkala  Al Mukarrom KH. Hassan Ahsan Malik melantunkan doa sebagai berakhirnya acara, sehingga pada pukul 17.15 Wib acara yang penuh dengan barokah dan ilmu itu selesai. //Rizq/mhd

Trackback from your site.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.