• Depan
  • Berita
  • Kasatlantas Polres Probolinggo, Gandeng STIH ZAHA Lakukan Operasi Zebra

Kasatlantas Polres Probolinggo, Gandeng STIH ZAHA Lakukan Operasi Zebra

GENDING – Operasi Zebra 2018 mulai digelar pada Selasa (30/10/18) hingga 12 November 2018 mendatang. Kepolisian Republik Indonesia akan menggelar Operasi Zebra selama dua minggu kedepan, dan hal ini dilakukan serentak di berbagai wilayah seluruh Indonesia. Beberapa titik lalu lintas di berbagai daerah akan menjadi sasaran polisi. Hal itu nyatanya juga dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo dalam Operasi Zebra Semeru 2018 pada Rabu (7/11/18). Berlangsung di depan wisata Pantai Bentar, Gending, Probolinggo, kegiatan ini menggandeng Mahasiswa Fakultas Hukum di 2 Perguruan Tinggi yakni Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Zainul Hasan Kraksaan dan Universitas Panca Marga Probolinggo. “ Dalam hal ini mahasiswa kami ikut sertakan mungkin untuk pembelajaran mahasiswa yang notabenenya sarjana hukum. Jadi mungkin bisa belajar bagaimana cara penindakan polisi dalam menilang, kita hadirkan sidang ditempat jadi mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana proses sidang tilang itu. Mahasiswa juga bisa memberi sosialisai pada para pelanggar yang mungkin butuh pnjelasan ”, ungkap AKBP. Ega Prayudi selaku Kasatlantas Polres Probolinggo.

Lanjut AKBP. Ega Prayudi mengatakan bahwa kegiatan ini mengacu pada Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Selain itu mahasiswa juga dikenal dekat dengan masyarakat, jadi lebih gampang bersosialisasi. Oleh sebab itu dengan dilibatkannya mahasiswa dalam Operasi Zebra Semeru 2018 ini diharapkan dapat memberikan penjelasan kepada masyakat bahwa dalam proses penilangan polisi tidak serta merta mencari kesalahan pengendara. Selain itu, mahasiswa juga sebagai pengawas bagi anggota polisi di lapangan bahwa pengendara yang ditilang sudah sesuai dengan pelanggarannya yang telah dilanggarnya.

“ Saya berharap mahasiswa dapat memberikan pembelajaran kepada mahasiswa lain dan masyarakat luas, bahwa benar terjadinya kecelakaan dimulai dari pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara. Pelanggaran ini benar adanya, bukan karena ngarang dari pihak polisi ”, harap pria kelahiran 22 Juni 1987 tersebut.

Disisi lain, Didik Kurniawan selaku mahasiswa STIH Zainul Hasan mengatakan bahwa banyak ilmu yang diperoleh dengan dilibatkannya mahasiswa dalam kegiatan ini, salah satunya adalah bagaimana prosedur penilangan yang baik dan benar yang sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. “ Alhamdulillah kami bisa melihat secara langsung bagaimana proses penilangan terhadap pelanggar lalu lintas. Sehingga masyarakat tidak salah lagi dalam beranggapan terhadap polisi. Ini sudah sesuai prosedurnya dengan undang-undang dan tanpa mengada-ngada ”, tutur mahasiswa semester 3 tersebut. (Adi Dwi/Firda)

Trackback from your site.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.