• Depan
  • Berita
  • Mahasiswa STIH ZAHA, Diklat Menulis Bersama Desiran Ombak Laut

Mahasiswa STIH ZAHA, Diklat Menulis Bersama Desiran Ombak Laut

PAITON: Stigma yang masih kuat melekat pada banyak pada mahasiswa, kaum professional bahkan intelektual sekalipun: menulis itu sulit, dan saya nggak bisa. Padahal berbagai fakta semakin membuktikan bahwa keterampilan menulis sebenarnya bukanlah bakat bawaan, tetapi sebuah keterampilan biasa seperti keterampilan lain pada umumnya. Artinya keterampilan menulis itu dapat dilatih dan ditingkatkan, salah satunya harus melalui pelatihan menulis.

LANGKAH: peserta saat mendengarkan pemateri. Rabu 25/04/2018 tadi.

Untuk menjawab kesulitan dalam menulis, maka Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Zainul Hasan Kraksaan mengadakan diklat menulis bagi segenap anggotanya. Diklat tersebut dilaksanakan di kawasan pantai duta desa Randu tatah, Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo.

SEMANGAT: Pengurus LPM saat usai menerima materi di ruangan.

Firdatul Qomariah pimpinan Umum LPM mengatakan bahwa kegiatan diklat menulis ini bersamaan dengan Rapat Kerja (Raker) kepengurusan masa khidmat 2018/2019. “ Alhamdulillah, hari ini kami bisa melaksanakan Raker sekaligus diklat menulis, semoga melalui pelatihan menulis ini, lebih memahami dan bisa menulis dengan baik.” ujar mahasiswa semester IV ini.

TOTALITAS: Pemateri saat menyampaikan materi dipinggir laut

Lanjut firda sapaan akrabnya mengatakan bahwa tadi bapak Mohammad Hendra telah banyak memberikan materi tentang teknik menulis dan macam-macam tulisan, diantaranya tentang adanya; keterampilan menulis (Writing Skill), kriteria tulisan yang baik, melahirkan dan mengembangkan ide, menentukan tema/topic, menggagas judul, keterampilan Editing, dan cara mengatasi hambatan menulis.

KEREN: Peserta saat melakukan praktik menulis melalui media ombak.

BUKTI: Sebelum pulang, peserta dan pemateri foto bersama.

MOMEN: Para pengurus LPM dan BEM saat makan bersama di pinggir pantai.

“ Selain materi di ruangan, bapak Hendra tadi juga membimbing kami bagaimana caranya menulis dengan media alam, salahsatunya dengan media alur ombak laut, sehingga kami sangat senang dan mudah menyusun tulisan apa yang ditugasi kepada kami tadi.” terangnya. (Reporter: Aprilia Wuladari/Raudlatul Jannah)

Trackback from your site.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.