• Depan
  • Berita
  • Ning Hus: Saat masih hidup, Ning Endah Nihayati sering menyampaikan ini

Ning Hus: Saat masih hidup, Ning Endah Nihayati sering menyampaikan ini

Pajarakan – Suasana duka kembali menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, belum genap satu tahun Pesantren tertua di Kabupaten Probolinggo ini ditinggal oleh Gus Moh. Baiduri Faishal, M.Pd (Gus Dudung-red). Senin kemarin (23/07/18) sekira pukul 12.03 WIB Pengasuh Pondok Puteri Pesantren Zainul Hasan Genggong Nyai. Hj. Dra. Endah Nihayati Saifouridzall juga berpulang ke Rahmatullah.

Ning En sapaan akrabnya-red wafat dalam usia 52 tahun. Wafatnya beliau tidak hanya meninggalkan duka bagi ribuan santrinya, namun juga meninggalkan duka yang mendalam bagi Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Zainul Hasan Kraksaan Nyai. Hj. Khusnul Hitaminah, SH., MH, ” Beliau (Ning En) merupakan seorang kakak yang bijaksana dan ramah. Apalagi dalam menyelesaikan permasalahan, pendapatnya selalu berpatokan pada pada Syariat “, ucap saat diwawancarai oleh jurnalis kampus.

Lanjut beliau mengatakan bahwa sehari sebelum wafat, Almarhumah sempat melakukan silaturrahim dan beberapa hari yang lalu sempat berfoto bersama santri yang banyaknya sekitar seribu santri.” Beliau sering menyampaikan bahwa jika ajalnya telah tiba, beliau tidak ingin merepotkan anak dan santrinya. Rupanya keinginan beliau diijabah oleh Allah Subhanahu Wataala, ” kenangnya.

Semasa hidupnya Ning Endah Nihayati dikenal sebagai sosok yang taat beribadah, tegas, berwibawa dan kharismatik. Tak heran ketika beliau diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir, ribuan santri putri menangis histeris seakan tak menyangka akan kepergian beliau. “Banyak hal yang patut kita contoh dari beliau, salah satunya adalah keistiqomahannya dalam beribadah. Hal itu sudah menjadi kebiasaan beliau sejak muda. Dan Almarhum aba (KH. Moh. Hasan Saifouridzall-red) juga mengetahui keistiqomahan ibadah beliau “, tambahnya.

KENANGAN: Windi Lestari (putih) saat foto bersama Almarhumah di acara Haflatul Imtihan.

Pernyataan yang sama juga dilontarkan oleh Windi Lestari selaku alumnus Pondok Puteri Zainul Hasan Genggong. Selama 6 tahun menimba ilmu di pesantren (pondok pusat), Windi sangat ingat sosok Almarhumah. ” Setiap pagi kami santrinya selalu mengaji hadist dengan beliau. Beliau adalah sosok pemimpin yang tegas dan berwibawa. Tak pernah sedikitpun beliau mengeluh untuk memberikan ilmunya kepada kami. Setiap pagi dengan ciri khas mukenah putih, beliau selalu meladeni ribuan santrinya tanpa kenal lelah,” kenang Koordinator Magang LPM Hukum yang kini masih duduk di semester II STIH Zainul Hasan Kraksaan. (Reporter: Firdatul Qomariyah/Lukman Hakim)

.

Trackback from your site.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.